Masih belum ku mengerti. Kenapa beberapa pria yang ku kenal, begitu mudah melupakan kenangan-kenangan bersama kekasihnya. Bahkan saat si wanita berusaha mengingatkan kenangan-kenangan manis saat bersama dulu, si pria tetap diam tak bergeming. Seolah -olah tidak mendengar, seolah-olah tidak pernah merasakan getar-getar kebahagiaan yang sama.
Si wanita mengajak si pria ke pantai tempat mereka mengikat janji. Tapi apa kata pria "Hmmm...ya...simpan itu untuk kenanganmu sendiri". Si wanita mengajak si pria ke cafe tempat biasa mereka makan. Tapi pria hanya berkata "Tempat ini tak lagi spesial buatku". Menyedihkan atau memang resiko bisa disetarakan dengan kata 'menyedihkan'.
Pria dan wanita memutuskan menjalin hubungan spesial merupakan resiko. Karena dengan mencintai, kita harus siap menerima resiko untuk kehilangan.
Dan dari hampir semua kisah yang sampai ke telinga ku, "mengemis" cinta adalah jalan terakhir yang dipilih para wanita. Seakan tidak ikhlas kisahnya berlalu begitu saja. Si wanita rela melakukan apapun demi sang pria. Sifat dasar wanita yang selalu mau diperbudak perasaannya sendiri, menyebabkan banyak kerugian baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Berusaha bunuh diri untuk menarik perhatian si pria, mengejar-ngejar si pria kemana pun ia pergi, melarang si pria pergi dengan wanita lain, dan segudang cara lain yang konyol dan buang-buang waktu.
Jika wanita sudah mencapai level tindakan yang demikian, maka bisa dipastikan dia sudah berada di zona hitam di kehidupannya. Tidak kuat iman, kerusakan mental, gangguan pikiran dan fisik yang tentu saja sia-sia. Pikiran "ada ribuan pria di luar sana" tak lagi sempat mampir di otaknya.
Di sisi lain, di sisi yang terang tentu saja, si pria dengan tenang tersenyum. Walau agak sedikit khawatir karena hidupnya dirongrong oleh wanita yang walaupun cantik, tapi tidak sehat jiwanya. Pria, yang logika selalu mendominasi pikirnya, bisa dengan mudah melewati masalah percintaan. Dia cukup melenggang pergi dari kisah yang ia rasa tak cocok untuk masa depannya. Dia bahkan tak hendak sedikit pun melihat ke belakang. Kejenuhan dan ketertarikan pada wanita lain merupakan dua alasan yang paling pasaran buat pria.
Tapi Sobat...kenyataan pahit di atas bisa saja berlaku sebaliknya...
So, sudah tau harus bagaimana menghadapi "cinta" kan?
Semoga cinta sejati singgah di hidupmu,
Cinta yang jauh dari nafsu dunia,
Cinta karena Allah SWT :-)